Mendidik Anak Dengan Cara Memarahi

“Janganlah menjadi orang tua yang konservatif dalam mendidik anak, apalagi mendidik dengan cara memarahi, karena anak akan dianggap nakal dan tidak penurut terhadap orang tuanya”

Tidak sedikit kekerasan pada anak baik secara fisik maupun psikis, yang menjadikan perubahan pada pertumbuhan karakter dan mental anak cenderung mengalami perubahan yang negatif. Dunia anak yang kesukaannya masih bermain, terkadang kita atau orang tua beranggapan anak itu nakalnya kelewat batas, sehingga ancaman secara fisik maupun psikis secara spontanitas kerapkali dilakukan oleh orang tua.

Mendidik anak dengan cara memarahi, bunkanlah solusi yang tepat, karena anak dengan kekuatan daya rekamnya, jelas akan meniru kebiasaan orang tua yang suka marah-marah, tentu hal tersebut bukanlah hal yang kita inginkan, ketika anak menjiplak perilaku orang tua yang mendidik anak dengan cara marah-marah.

Anak merupakan anugerah dan amanah yang dititipkan oleh yang mahakuasa untuk di Ayomi, dididik, dibimbing, dan diarahkan pada hal-hal yang positif, supaya suatu saat nanti mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, maupun bagi masyarakat.

Mengapa kemudian orang tua, terutama seorang ibu, juga harus memiliki pengetahuan dan pendidikan tinggi, tidak lain bertujuan dalam rangka mendidik putra-putri mereka dengan baik, sehingga anak akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan hobi, bakat, dan minatnya dan menjadi manusia yang paripurna.

Disisi yang lain seringkali kita melihat orang tua mendidik anak-anak mereka dengan cara memarah-marahi, karena anak sudah di anggap sangat nakal, bahkan kenakalan itu dianggapnya sudah diluar batas.

Orang tua yang tegas pada anak-anaknya itu sangat penting, namun orang tua yang keras, dan kecenderungannya membunuh karakter dan mental anak, itu sangatlah disayangkan.

Dan orang tua yang memiliki kecenderungan mendidik anak dengan cara memarahi, dan melakukan kekerasan fisik, maka perubahan, pertumbuhan, serta perkembangan anak akan cenderung negatif, maka mendidik anak dengan cara memarahi akan berakibat ;

1. Kurangnya Inisiatif dan Cenderung Anak Menjadi Pasif

Kenakalan anak dan kecenderungannya super aktif, merupakan hal yang wajar bagi anak, karena itu adalah dunia mereka. Orang tua melihat anak yang super aktif, terkadang tidak telaten dan secara reflek akan memarahi anak, sehingga rasa takut dan mental anak yang menciut, akan menjadikan anak yang penakut dan cenderung melakukan hal yang aman supaya tidak terkena dampak kemarahan orang tua.

Mendidik anak dengan cara memarah-marahi anak hanya akan membuat anak kurang berkembang, dan adannya kecenderungan inisiatifnya melemah untuk meningkatkan kreatifitasnya.

Selalu memarahi anak, hanya akan membunuh inisiatifnya dan kreatifitasnya, sehingga orang tua harus memahami hal tersebut.

Dunia anak yakni bermain dan berkreasi dengan teman sebayanya, Selagi anak masih dalam kontrol dan bimbingan orang tua, serta perilakunya tidak membahayakan dirinya sendiri maka biarkan anak berinisiatif dan berkreasi untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Jangan sampai orang tua salah kaprah mendidik anak, yang hanya akan membunuh karakter dan inisiatifnya.

2. Anak Akan Tumbuh Dengan Karakter Pemarah

Anak merupakan perekam terhebat yang harus disadari oleh orang tua. Kecenderungan anak dengan mendengar dan melihat serta apa yang mereka rasakan akan ditiru sedemikian rupa, sehingga orang tua harus memberikan contoh positif terhadap anak.

Orang tua jangan gampang memarahi anak tanpa ada kejelasan dan alasan yang kuat, apalagi memarahi anak sampai membekas dihatinya, tentu saja hal tersebut akan selalu di ingat oleh mereka.

Perilaku orang tua yang mendidik anak dengan cara memarahi, ada kecenderungan untuk ditiru, sehingga anak akan tumbuh dengan karakter pemarah, dan bisa melampiaskan amarahnya pada anak yang lain, sehingga karakter negatif itu jangan sampai menjadi contoh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Oleh karenanya, hindari memarahi anak, jika hal itu bukanlah sesuatu yang prinsip, dan tentunya orang tua yang tegas menjadi sangat penting, karena anak tidak harus dididik dengan cara dimarahi.

3. Kecenderungan Anak Akan Meniru Perilaku Orang Tua 

Orang tua yang cenderung mendidik anaknya dengan cara memarahi, maka tidak bisa dipungkiri perilaku tersebut akan ditiru oleh anak, sehingga anak akan tumbuh menjadi pemarah.

Marah dan tegas memang dibutuhkan dalam waktu tertentu, ketika anak aktif yang cenderung berbahaya bagi dirinya sendiri, namun alangkah lebih baiknya jika orang tua mulai memberikan pemahaman, ketika anak berbuat salah, sehingga anak tidak merasa dipersalahkan.

Pemahaman itu sangatlah penting, sehingga anak akan mengerti mana hal yang salah dan yang benar, sehingga anak bisa membedakan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.

Oleh karenanya, mendidik dengan memarahi, maka tidak bisa dipungkiri perilaku tersebut senantiasa akan dijiplak oleh anak itu sendiri.

4. Perilaku Anak Akan Cenderung Penyendiri Dan Mudah Stres 

Memarahi anak bukanlah cara mendidik yang tepat, bahkan selalu memarahi anak hanya akan menjadikan perilakunya yang berubah ke arah pemurung, dan senang menyendiri, sehingga tingkat sosialnya semakin melemah.

Perilaku memarahi anak, sudah selayaknya dihindari, apalagi memarahi mereka dengan begitu kerasnya.

Dunia anak seharusnya adalah dunia yang selalu bahagia dan ceria, tentu saja mendidik mereka dengan cinta dan kasih sayang, sehingga anak akan tumbuh menjadi anak pemberani, sehingga mereka akan selalu siap menghadapi tantangan dimasa yang akan datang.

Mendidik anak dengan cara memarahi ini, disamping ada kecenderungan menjadi anak pemurung, dan menghindari pergaulan, juga berdampak kemampuan intelegensinya, Skill, bahkan juga afektifnya.

Oleh karenanya sebagai orang tua, janganlah gampang memarahi anak, apalagi mendidik mereka dengan cara memarahi, karena anak adalah aset masa depan penerus perjuangan.

5. Adanya Perubahan Pada Anak Yang Cenderung Introvert Atau Tertutup

Berhati-hatilah mendidik anak, apalagi dengan cara memarahi, karena mendidik anak dengan selalu memarahinya, hanya akan menjadikan mereka pribadi yang introvert dan tertutup.

Tentu saja orang tua tidak menghendaki putra atau putrinya menjadi orang yang tertutup dan tidak terbuka terhadap situasi dan kondisi di luar.

Pribadi yang instrovert atau tertutup ini, memiliki kecenderungan autisme, sehingga hal tersebut menjadikan anak menjadi yang lemah secara sosial dan menghindari hal-hal yang baru diluar, sehingga menjadikan anak takut akan sebuah tantangan.

6. Tumbuhnya Sikap Anak Yang Suka Menentang 

Jangan selalu menjadikan anak sebagai objek kesalahan, ketika mereka menjadi pribadi yang suka menentang terhadap orang tuanya, karena apapun itu tidak lepas dari peran orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

Sebagai orang tua ataupun pendidik, seringlah untuk mengevaluasi dan instrospeksi diri, jangan selalu menjadikan anak sebagai objek kemarahan, karena bisa berakibat fatal bagi tumbuh kembangnya anak dimasa depan.

Instrospeksi dan evaluasi diri, merupakan timbal balik atas perilaku anak yang seringkali menentang dan menjengkelkan.

7. Anak Akan Tumbuh Dengan Rasa Tidak Percaya Diri Yang Besar 

Mendidik anak dengan cara memarahi hanya akan membuat mental anak jatuh, dan hal tersebut harus dipahami oleh orang tua, disamping anak akan lebih sulit untuk menerima transfer konowlege.

Selalu dimarahi hanya akan membuat anak merasa minder dan takut untuk berbuat kesalahan, pada hal anak yang pintar dan cerdas akan selalu berbuat salah terlebih dahulu untuk melakukan yang benar.

Maka sejatinya, orang tua tidak perlu merasa ketakutan belebihan ketika anak membuat suatu kesalahan, selagi kesalahan itu tidak membahayakan bagi dirinya dan orang lain.

Mendidik anak dengan cara memarahi hanya akan membuat anak tumbuh dan berkembang menjadi pribadi pemalu, minder dan tidak percaya diri.

8. Anak Akan Tumbuh Dengan Sifat Egois Dan Keras Kepala 

Mendidik anak dengan cara memarahi, hanya akan menjadikan mereka pribadi yang angkuh, egois dan keras kepala, tentu jika semuanya berlebihan menjadi hal yang kurang baik bagi tumbuh kembangnya anak.

Egois dan keras kepala merupakan pribadi yang kurang elok, terutama bagi anak yang masih dan proses tumbuh dan berkembang.

Sehingga orang tua harus benar-benar memahami bahwa mendidik anak dengan cara memarahi hanya akan membuat mereka menjadi pribadi yang egois dan keras kepala, tentu orang tua tidaklah menghendaki anak memiliki karakter dan menjadi pribadi yang demikian.

Dengan demikian mendidik anak dengan cara memarahi, bukanlah solusi yang tepat, adanya hanya akan menjadi masalah baru yang menjadikan mereka pribadi yang egois dan keras kepala.